urban

JOMO: Cara Hidup Tenang Tanpa Harus Lari dari Rutinitas

AdminJune 25, 20263 min read
JOMO: Cara Hidup Tenang Tanpa Harus Lari dari Rutinitas
Kita sering mengira hidup itu tentang melakukan banyak hal seperti yang orang lain lakukan. Padahal, tidak semua yang kita jalani benar-benar kita nikmati, bisa saja kamu secara tidak sadar tetap melakukannya dengan terpaksa. Semakin dijalani, bukannya merasa bahagia, justru muncul rasa lelah bahkan kecemasan. Kecemasan yang berkepanjangan ini bisa menjadi beban berat yang mengganggu kehidupan sehari-hari. Jadi, tidak ada yang salah dengan keinginan untuk hidup tenang. Bukan untuk lari dari rutinitas, tapi untuk kembali pada dirimu sendiri yang damai, tenang, dan cukup. Apa yang Berubah Saat Kita Mulai Hidup Lebih Tenang? Mereka yang berdamai dengan hidupnya biasanya lebih tenang dan pastinya kesehatan mental lebih terjaga. Selain itu, biasanya mereka mengadopsi JOMO atau joy of missing out, menikmati ketenangan, tidak lagi takut dan terburu-buru mengikuti arah orang lain. Energinya lebih banyak diarahkan ke dirinya sendiri, menjaga pikiran tetap jernih, hati tetap ringan, dan melangkah ke arah bahagia yang benar-benar diinginkan tanpa memikirkan reaksi orang lain. Sehingga tercipta juga produktivitas yang sehat, bukan fokus terhadap kuantitas aktivitas, tetapi pada kualitas. Lalu, bagaimana cara mulai hidup lebih tenang di tengah rutinitas yang tetap berjalan? Ini dia 3 cara supaya hidup kamu lebih tenang: 1. Berhenti Membandingkan, Mulai Memahami Diri Sendiri Tanpa sadar kebiasaan melihat ke luar, membandingkan hidup, pencapaian, bahkan cara orang lain menjalani harinya. Padahal, apa yang kita lihat dari luar, belum tentu sama dengan yang dirasakan mereka. Kita hanya melihat bagian yang ditampilkan, tanpa tahu proses, tekanan, atau hal-hal yang tidak terlihat di baliknya. Semakin sering kita membandingkan, semakin mudah kita merasa tertinggal, kurang, atau tidak cukup di mana tingkat standar manusia seolah tidak ada habisnya. Maka dari itu, cobalah pelan-pelan berhenti membandingkan diri dengan orang lain. Karena setiap orang memang berjalan di waktunya masing-masing dengan tujuannya masing-masing. Kita tidak harus menjadi seperti orang lain atau mengikuti arah yang sama. Cukup kenali diri sendiri, apa yang membuat kita nyaman dan ke mana sebenarnya kita ingin melangkah. Dari situ, hidup akan terasa lebih bahagia, karena kita tidak lagi sibuk melihat ke luar, tapi mulai fokus kembali pada diri sendiri. 2. Miliki Mindset Positif dan Percaya Sering kali rasa tidak tenang muncul ketika kita terlalu overthinking dan berprasangka buruk terhadap hal-hal yang bahkan belum tentu terjadi. Tanpa sadar, kebiasaan ini justru membuat hati jadi lebih berat, pikiran terasa penuh sendiri, dan tidak baik untuk mental. Cobalah untuk melihat segala sesuatu dari sisi yang positif. Bukan berarti mengabaikan kenyataan, tapi memilih untuk tidak langsung terjebak dalam skenario terburuk di kepala kita sendiri. Hal sederhana seperti memulai hari dengan afirmasi positif, tidak memikirkan hal yang belum terjadi dan menggunakan parfum yang memberi kesan fresh seperti Awaken by Zahr bisa bantu kamu memulai hari sebelum benar-benar sibuk menjalani aktivitas. 3. Beristirahat yang Cukup Hidup tenang juga sangat dipengaruhi oleh seberapa cukup kita memberi waktu untuk beristirahat. Tubuh dan pikiran yang terus dipaksa berjalan tanpa jeda lama-lama akan terasa lelah, bahkan hal kecil pun bisa terasa berat. Karena itu, istirahat bukan hal yang bisa dianggap sepele, tapi bagian penting untuk menjaga diri tetap seimbang. Di sela rutinitas, penting untuk punya momen jeda yang benar-benar membuat kita “berhenti sejenak” dari segala tuntutan. Kadang, ketenangan justru datang dari hal sederhana seperti menghindar dari keramaian ditemani aroma Night Drive by Zahr sambil mendengarkan musik, melakukan hobi atau bahkan sekadar tidur. Momen-momen seperti ini bisa jadi cara untuk meredakan penat dan mengembalikan rasa ringan di dalam diri.