urban

Istilah Parfum yang Perlu Kamu Ketahui

AdminJune 4, 20264 min read
Istilah Parfum yang Perlu Kamu Ketahui
Parfum seakan sudah jadi barang wajib setiap hari, kalo nggak wangi bahkan banyak juga yang jadiin parfum sebagai koleksi. Buat kamu yang suka koleksi parfum, pasti sering denger beragam istilah di dunia parfum, seperti notes, SPL, EDP, EDC, dan istilah lainnya. Tapi bagi sebagian orang yang sekedar suka parfum, mungkin masih asing dan belum semua orang benar-benar paham artinya. Memahami istilah-istilah dalam dunia wewangian, bisa bantu kamu lebih paham saat baca deskripsi produk parfum atau ulasan. 1. Notes (Lapisan Aroma Parfum) Parfum sebenarnya tidak hanya punya satu aroma, tapi terdiri dari beberapa lapisan yang akan muncul secara bertahap seiring waktu. Konsep ini pertama kali dipopulerkan oleh Jean Carles melalui apa yang dikenal sebagai fragrance pyramid . Konsep 3 tingkatan aroma yang bisa kamu rasakan saat mengaplikasikan parfum. Top Notes , aroma pertama atau kesan pertama yang tercium ketika parfum diaplikasikan. Middle Notes, lapisan aroma yang akan tercium setelah Top Notes menghilang, disebut juga sebagai heart notes alias atraksi utama pada parfum dimana aroma inti tetap melekat di kulit selama masa pakai wewangian ini. Base Notes , dikenal juga sebagai dry down , aroma terakhir yang muncul dan dapat bertahan selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari. Hampir semua parfum disusun berdasarkan tiga lapisan aroma yang muncul secara bertahap, terlepas dari bagaimana atau di mana parfum tersebut dibuat. Misalnya Awaken by Zahr yang memiliki Top Notes: Bergamot , dengan Middle Notes: Pear, Green, Jasmine, Patchouli dan dengan Base Notes: Vanilla, Ambergris, Vetiver . 2. Konsentrasi Parfum Konsentrasi parfum merujuk pada seberapa banyak kandungan minyak parfum ( fragrance oil ) di dalam cairannya. Semakin tinggi konsentrasi minyak parfum, maka aromanya lebih kuat, daya tahan lebih lama, dan harga biasanya lebih tinggi. Ada beberapa jenis konsentrasi parfum yang perlu kamu ketahui. Eau de Cologne (EDC), jenis parfum dengan tingkat konsentrasi 2-5%. Biasanya hanya bertahan sekitar 1-3 jam, aromanya sangat singkat dan cepat memudar. Cocok untuk kamu yang lebih suka aroma yang sangat lembut. Eau de Toilette (EDT), jenis parfum yang paling umum dengan tingkat konsentrasi 5-15%. Ketahanan aromanya 3-5 jam dan memiliki karakter yang masih ringan, tapi lebih terasa dibanding EDC. Cocok untuk pemakaian sehari-hari dengan mengaplikasikan berulang tanpa terasa berlebihan. Eau de Parfum (EDP), jenis parfum yang memiliki aroma lebih intens dan tahan lama dengan konsentrasi 15-20%, biasanya tahan 6-8+ jam. Komposisi parfum biasanya terasa lebih seimbang, Top Notes tetap terasa, tapi Middle dan Base Notes juga berkembang dengan lebih jelas. Karena itu, EDP sering jadi pilihan paling populer. Extrait de Parfum ( Pure Perfume ), jenis wewangian yang paling terkonsentrasi, wewangian ini mewakili intensitas dan ketahanan aroma puncak dengan konsentrasi 20-40% dan memiliki ketahanan aroma 10-16+jam. Secara historis, ini adalah standar untuk wewangian mewah sebelum Eau de Parfum menjadi populer. Beberapa parfum dengan konsentrasi ini biasanya memberikan pengalaman aroma yang lebih menyatu dengan kulit, seperti yang juga bisa ditemukan pada varian Awaken dan Night Drive by Zahr. Memahami konsentrasi parfum bukan hanya soal ketahanan, tapi juga soal menemukan aroma yang paling pas untuk diri kamu. 3. SPL Selain aroma dan konsentrasi, ada istilah lain yang sering digunakan untuk menggambarkan performa parfum, yaitu SPL singkatan dari Sillage, Projection, dan Longevity. Istilah ini banyak digunakan dalam dunia parfum untuk menjelaskan bagaimana aroma menyebar, bertahan, dan terasa di sekitar pemakainya. Secara umum, performa ini dipengaruhi oleh komposisi bahan, konsentrasi parfum, serta kondisi kulit. Sillage, dalam konteks parfum, sillage menggambarkan aroma yang tertinggal di udara setelah seseorang lewat. Menurut literatur parfum modern, sillage dipengaruhi oleh volatilitas bahan semakin lambat suatu bahan menguap, semakin lama jejak aromanya tertinggal. Projection menunjukkan seberapa jauh aroma parfum menyebar dari tubuh pemakai. Dalam praktiknya, projection sering diukur secara informal oleh komunitas parfum, biasanya berkisar antara 0,5 hingga 2 meter , tergantung pada konsentrasi dan komposisi bahan. Faktor seperti suhu tubuh, jumlah semprotan, dan lingkungan juga sangat mempengaruhi seberapa jauh aroma tersebut bisa tercium. Longevity adalah seberapa lama aroma parfum bertahan di kulit. Secara ilmiah, ini berkaitan dengan kecepatan penguapan molekul aroma. Molekul yang lebih berat (seperti Amber, Vanilla, atau Resin) cenderung menguap lebih lambat, sehingga aromanya bisa bertahan lebih lama. Dalam berbagai studi formulasi parfum, ketahanan ini bisa berkisar dari beberapa jam hingga lebih dari 12 jam, tergantung konsentrasi dan bahan yang digunakan