Apa Itu Sandalwood dalam Parfum? Kenali Karakter dan Aromanya

Kalau sering melihat daftar notes parfum, mungkin kamu pernah menemukan Sandalwood. Bahan ini cukup sering digunakan dalam wewangian, terutama untuk memberikan karakter woody yang terasa lebih halus dan hangat.
Tapi kalau belum pernah mencium aroma Sandalwood secara langsung, mungkin agak sulit membayangkannya. Apakah wanginya benar-benar seperti kayu? Atau justru punya karakter aroma yang berbeda?
Apa Itu Sandalwood?
Sandalwood atau kayu cendana merupakan bahan aromatik yang berasal dari kelompok tanaman Santalum. Salah satu spesies yang terkenal dalam dunia wewangian adalah Santalum album, atau Indian sandalwood.
Dalam perfumery, minyak sandalwood secara tradisional dapat diperoleh melalui distilasi bagian kayunya. Bahan ini sudah lama digunakan dalam wewangian dan dikenal karena karakter aromanya yang khas.
Saat ini, aroma sandalwood dalam parfum juga nggak selalu berasal sepenuhnya dari kayu cendana alami. Berbagai bahan sintetis dengan karakter menyerupai sandalwood juga digunakan dalam perfumery modern, salah satunya karena persoalan ketersediaan dan konservasi sandalwood alami.
Sebenarnya, Sandalwood Wanginya Seperti Apa?
Meskipun berasal dari kayu, jangan langsung membayangkan aroma kayu yang kering atau tajam. Salah satu karakter khas Sandalwood justru adalah woody yang terasa lembut, halus, hangat, dan memiliki sisi creamy. The Perfume Society juga menggambarkan sandalwood dengan karakter sweet, woody, creamy, dan smooth.
Sisi creamy inilah yang membuat Sandalwood cukup berbeda dari gambaran aroma kayu pada umumnya. Wanginya bisa terasa lebih membulat dan lembut, bukan sekadar seperti mencium potongan kayu.
Tapi karakter Sandalwood yang muncul dalam sebuah parfum juga bergantung pada komposisinya. Ketika bertemu notes lain, sisi tertentu dari sandalwood bisa terasa lebih menonjol. Karena itu, dua parfum yang sama-sama memiliki Sandalwood belum tentu menghasilkan aroma yang sama.
Kenapa Sandalwood Banyak Digunakan dalam Parfum?
Selain punya karakter aroma tersendiri, Sandalwood merupakan bahan yang cukup fleksibel untuk dipadukan dengan berbagai notes. Sandalwood juga kerap digunakan sebagai bagian dari base sebuah komposisi dan dapat berperan sebagai fixative, membantu komposisi aroma bertahan dan berkembang lebih stabil.
Karakter woody-nya juga nggak harus selalu menjadi pusat perhatian. Dalam satu parfum, Sandalwood bisa memberikan kelembutan dan kehangatan di bagian dasar, sementara notes lain tetap menjadi karakter yang lebih mudah dikenali.
Hal inilah yang membuat sandalwood bisa muncul dalam berbagai gaya parfum, bukan hanya parfum yang keseluruhan aromanya terasa woody.
Sandalwood Bisa Terasa Berbeda Tergantung Perpaduan Aromanya
Meskipun punya karakter woody yang khas, Sandalwood nggak selalu memberikan kesan yang sama dalam setiap parfum. Notes yang dipadukan bersamanya ikut menentukan sisi mana yang akhirnya lebih terasa.
Ketika bertemu dengan aroma yang lebih hangat atau manis, sisi lembut dan creamy dari Sandalwood bisa terasa lebih menonjol. Sementara perpaduannya dengan karakter woody lainnya dapat membuat keseluruhan aroma terasa lebih dalam.
Itulah kenapa keberadaan Sandalwood dalam daftar notes belum tentu membuat sebuah parfum hanya terasa seperti kayu. Sandalwood bisa menjadi salah satu bagian yang memberikan kehangatan, kelembutan, sekaligus kedalaman pada keseluruhan komposisi.
Karakter tersebut juga bisa ditemukan dalam Night Drive dari ZAHR. Di dalamnya, Sandalwood berpadu dengan Saffron, Musk, Patchouli, Vanilla, Woody, Amber, dan Vetiver. Alih-alih berdiri sendiri, Sandalwood menjadi bagian dari perpaduan yang membentuk karakter Night Drive yang bold dan woody.
Jadi, kalau selama ini kamu membayangkan Sandalwood hanya sebagai aroma kayu, karakter sebenarnya jauh lebih luas. Cara paling mudah untuk mengenalnya justru dengan memperhatikan bagaimana Sandalwood berpadu dengan notes lain dalam sebuah parfum.