urban

Apa Itu Patchouli? Mengenal Aroma dan Karakternya dalam Parfum

AdminSeptember 14, 20263 min read
Apa Itu Patchouli? Mengenal Aroma dan Karakternya dalam Parfum

Kalau sering melihat daftar notes parfum, kamu mungkin pernah menemukan nama Patchouli. Notes ini cukup sering digunakan dalam berbagai komposisi parfum, tapi aromanya mungkin nggak semudah Vanilla, lemon, atau bunga untuk dibayangkan.

Ada juga yang mengira Patchouli adalah jenis bunga. Padahal, Patchouli bukan nama bunga, melainkan tanaman aromatik yang di Indonesia lebih dikenal sebagai nilam. Lalu, sebenarnya Patchouli itu apa dan seperti apa aromanya ketika digunakan dalam parfum?

Apa Itu Patchouli?

Patchouli atau Nilam (Pogostemon cablin) merupakan tanaman aromatik yang masih satu keluarga dengan mint. Dalam dunia parfum, Patchouli dikenal karena minyak esensial yang diperoleh terutama melalui penyulingan daunnya.

Meski masih satu keluarga dengan mint, jangan membayangkan aromanya akan terasa segar seperti daun mint. Patchouli justru memiliki karakter yang lebih dalam dan khas sehingga sering digunakan sebagai salah satu bahan dalam komposisi parfum.

Seperti Apa Aroma Patchouli?

Patchouli umumnya dikenal dengan karakter earthy, woody, dan herbal. Aromanya bisa mengingatkan pada tanah yang lembab, dedaunan, kayu, atau suasana alam, tetapi karakter akhirnya bisa berbeda tergantung kualitas bahan, pengolahan, dan notes lain yang dipadukan dengannya.

Pada beberapa komposisi, Patchouli juga bisa memberikan sentuhan yang lebih warm, sedikit sweet, hingga balsamic. Inilah yang membuat Patchouli cukup fleksibel dan nggak selalu tercium sama pada setiap parfum.

Jadi, ketika membaca kata “Patchouli” di daftar notes, jangan langsung membayangkan parfumnya akan beraroma seperti tanah. Patchouli bisa saja hanya menjadi bagian yang memberikan kedalaman pada keseluruhan aroma.

Kenapa Patchouli Sering Digunakan dalam Parfum?

Salah satu daya tarik Patchouli adalah kemampuannya berpadu dengan banyak karakter aroma. Patchouli bisa ditemukan bersama floral, citrus, fruity, woody, amber, hingga Vanilla.

Perpaduan tersebut bisa menghasilkan kesan yang berbeda-beda. Bersama karakter fresh atau fruity, misalnya, Patchouli dapat memberikan dimensi yang lebih dalam. Sementara ketika bertemu woody, amber, atau Vanilla, karakter parfum bisa terasa lebih rich dan warm.

Karena itu, satu notes Patchouli saja belum cukup untuk menentukan keseluruhan aroma sebuah parfum.

Patchouli dalam Koleksi ZAHR

Kalau penasaran seperti apa Patchouli ketika sudah menjadi bagian dari sebuah komposisi parfum, notes ini juga bisa ditemukan dalam Awaken dan Night Drive dari ZAHR.

Pada Awaken, Patchouli berpadu dengan bergamot, pear, green, jasmine, Vanilla, ambergris, dan vetiver. Sementara Night Drive mempertemukan Patchouli dengan sandalwood, saffron, musk, Vanilla, woody, amber, dan vetiver.

Meski sama-sama memiliki Patchouli, keduanya tetap menghadirkan karakter yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa notes yang sama belum tentu menghasilkan aroma parfum yang sama, karena keseluruhan komposisi ikut membentuk karakter akhirnya.

Jadi, lain kali kamu menemukan Patchouli dalam daftar notes parfum, sekarang sudah nggak perlu bingung lagi membayangkan aromanya. Patchouli bukan sekadar “bau tanah”, tetapi notes dengan karakter earthy, woody, dan herbal yang bisa memberikan kedalaman serta karakter pada sebuah parfum.

patchouliparfumnoteszahrwangininggalinjejakextraitrekomendasiperfume